Senin, 21 Oktober 2019

Spatial Analysis

A. Pengertian
Proses yang memodelkan permasalahan secara geografis, yang didapatkan dari pemrosesan komputer, yang kemudian melakukan eksplorasi dan melakukan pengujian terhadap data tersebut. Aplikasi dari teknik analisis untuk meneliti permasalahan ilmiah ketika lokasi memiliki peran yang signifikan dari rumusan masalah.

B. Spatial data Exploration
  • Proses interaksi dari koleksi data dan map yang terkait dalam suatu permasalahan, yang bisa digunakan untuk memvisualisasikan dan mengeksplorasi informasi geografis dan hasil analisis.
  • Proses ini berhubungan dengan interaksi map dan tabelgrafik, graph, dan multimedia.
  • Proses ini merupakan proses eksploratif interaktif serta visualisasi map dan data.
Penggabungan Grafis interaktif dan diagram dengan GIS


C. Analisis
Ketika diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, kata query mengacu pada permintaan akan informasi. Lalu, apa itu query di bahasa pemrograman komputer? Pada dasarnya, pengertian query dalam bahasa Inggris sehari-hari dan bahasa pemrograman komputer memiliki arti yang sama – kecuali di komputer, query meliputi informasi yang diterima atau diambil dari database. Bahasa pemrograman ini berguna untuk memanipulasi data – menambah, menghapus, dan mengubah data.
Properti dari titikgarisatau area
Keterhubungan antara dua objek.
Jarak antara dua objek.
Kemiringan seuatu objek.
D. Transformasi
  • Membuat sebuah objek dan atributnya dari sebuah aturan dan prosedur.
  • Dissolve, Buffer, Union, Intersect, Point in Polygon, Spatial Join
E. Disolve


F. Buffer

G. UNION




Selasa, 15 Oktober 2019

Model Database SIG

A. SMBD (Sistem Management Basis Data)

Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggrisdatabase management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansisumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS AccessMySQL dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumlah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya DBMS, data pada umumnya disimpan dalam bentuk flat file, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menyimpan data dalam bentuk flat secara langsung.

Salah satu bagian dalam SIG adalah melakukan pengolahan basis data, dengan GUI menggunakan sistem query dan aplikasi yang multi user.
SIG merupakan aplikasi untuk menganalisa data keruangan/data spasial, yang bisa melakukan analisa data spasial dan non-spasial sekaligus.


B. Tipe Data
Dalam ilmu komputer dan pemrograman komputertipe data ialah klasifikasi data yang mengenalkan kompilator atau penerjemah bagaimana programmer bermaksud untuk menggunakan data. Sebagian besar bahasa pemrograman mendukung berbagai macam data, sebagai contoh, bilangan riilinteger atau boolean. Sebuah tipe data menyediakan sekumpulan nilai-nilai dari ekspresi (yaitu variabel, fungsi) yang dapat mengambil nilai tersebut. Tipe data ini mendefinisikan operasi yang akan dilakukan pada data, maksud dari data dan jurusan nilai dari tipe tersebut dapat disimpan.

ada beberapa tipe data yang digunakan untuk Sistem Informasi Geografis
yakni diantaranya adalah :
  1. Geometry
  2. Point.
  3. LineString.
  4. Polygon
Tipe data Point digunakan untuk menyimpan nilai titik (kordinat sebuah titik). Tipe data LineString digunakan untuk menyimpan nilai yang merepresentasikan sebuah garis. Tipe data Polygon digunakan untuk menyimpan nilai berupa area tertutup (bidang). Sedangkan Tipe data geometry merupakan tipe data yang lebih fleksibel yaitu dapat digunakan untuk menyimpan nilai berupa point, linestring ataupun polygon. Tipe data lainnya merupakan tipe data yang menampung sekumpulan nilai yaitu:
  1. Multipoint
  2. MultiLineString
  3. MultiPolygon
  4. GeometryCollection
C. DB Planing
1. Kualitas Dari Informasi 
  1. Informasi disimpan dalam database;
  2. Pembuatan yang tidak bagus dan kesalahan data akan menghasilkan hasil yang tidak berguna daripada menghasilkan Geographic Information System;
  3. Map Proyeksi yang akan digunakan;
  4. Perbandingan skala data yang digunakan;
  5. Memetakan area yang akan digunakan;
  6. Seberapa banyak attribut yang digunakan;
  7. Format dari data attribut yang akan digunakan;
  8. Seberapa konsisten data tersebut;
  9. Seberapa cepat data harus diakses.
2. Informasi yang di butuhkan untuk Desaign Database
  1. Data yang lengkapsudah didefinisikan dan dicek untuk validitas dan konsistensi.
  2. Daftar dari data sumber yang potensial(peta, photo udaradata tabeldata digitalkalender dan evaluasi untuk akurasi dan kelengkapan data.
  3. Daftar dari kesiapan yang dibutuhkan dari GIS(Dari hasil pengecekan). Misalnya visualisasianalisis spatial, analysis statistik dan pemodelan.
3. Perencanaan Untuk Data Sharing
  1. Kelebihan 
  2. Usaha yang dibutuhkan
4. Desaigning database
  1. RDBMS
  2. Normalisasi Database
  3. Represent data : Point, Line, Polygon, or etc
Daftar Pustaka
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data
2. http://husnilkamil.net/2016/08/data-spasial-di-mysql/

Model Data Spatial

A. KONSEP MODEL DATA

Model dunia nyata dapat memudahkan manusia dalam memahami studi mengenai area aplikasi yang dipilih dengan cara mereduksi sejumlah kompleksitas yang ada di dalamnya. Jika model dunia nyata ini akan digunakan, maka model ini perlu terlebih dahulu diimplementasikan ke dalam terminologi (sistem) basis data. Dan dengan model data, implementasi terkait menjadi sangat memungkinkan. Tidak seperti manusia, sistem komputer tidak dapat memahami esensi dari bentuk unsurunsur spasial seperti garis jalan raya, bangunan, sungai, batas persil tanah milik, dll. Oleh sebab itu, untuk merepresentasikan objek-objek spasial seperti ini, yang dapat dilakukan oleh sistem komputer adalah memanipulasi objek-objek elementer atau entitas yang memiliki atribut geometri (dalam beberapa literatur, entitas ini sering disebut juga sebagai entitas spasial atau entitas geografis). Hingga saat ini, persepsi mengenai bentuk representasi entitas spasial yang paling mendasar adalah konsep raster dan vektor. Dengan demikian, setiap (layer) data spasial akan direpresentasikan ke dalam format ‘’basis data’’ baik sebagai raster maupun vektor. Di dalam konteks ini, sering digunakan terminologi ‘’model data’’ sehingga untuk menyajikan entitas spasialnya digunakan istilah model data raster dan vektor. 

B. MODEL DATA RASTER

Model data raster bertugas untuk menampilkan, menempatkan, dan menyimpan konten data spasial dengan menggunakan struktur matriks atau susunan piksel-piksel yang membentuk suatu grid (segi empat). Setiap piksel atau sel ini memiliki atribut tersendiri, termasuk koordinatnya yang unik. Akurasi spasial model data ini sangat bergantung pada resolusi spasial atau ukuran pikselnya (sel grid) di permukaan bumi. Entitas-entitas spasial model raster juga dapat disimpan di dalam sejumlah layer yang secara fungsionalitas direlasikan dengan unsur-unsur petanya. Sebagai ilustrasi, beberapa sumber entitas spasial raster adalah citra dijital satelit (ex: NOAA, Spot, Landsat, Ikonos, QuickBird), citra dijital radar, dan model ketinggian dijital (DTM atau DEM dalam model data raster)

Model data raster dapat memberikan informasi spasial mengenai apa yang terjadi dalam bentuk gambaran yang ‘’digeneralisasi’’ oleh sensor-sensornya. Dengan model ini, dunia nyata dapat disajikan sebagai elemen matriks atau sel-sel grid yang homogen. Dengan model data raster, unsur-unsur geografis ditandai oleh nilai-nilai elemen matriks persegi panjang (persegi).



Pada model data raster, matriks atau array dapat diurutkan menurut koordinat lokalnya yaitu kolom (x) dan baris (y). Selain itu, pada sistem koordinat piksel monitor komputer, secara default, titik asal sistem koordinat raster diletakkan di sudut kiri atas (lihat Gambar). Oleh sebab itu, nilai absis (x) akan meningkat kearah kanan dan nilai ordinat (y) akan meningkat kearah bawah. Walaupun demikian, sistem koordinat ini dapat pula ditransformasikan sedemikian rupa sehingga titik asal sistem koordinatnya terletak di sudut kiri bawah, makin ke kanan nilai absisnya (x) akan meningkat, dan nilai ordinatnya (y) makin ke atas nilainya semakin meningkat (lihat Gambar).


Pada sistem koordinat seperti ini (pasca transformasi), titik asal koordinat (x0, y0) data raster terletak di titik sudut kiri bawah. Selain itu, terdapat sejumlah M kolom (absis) dan N baris (ordinat) sesuai dengan arah sumbu koordinat masing-masing. Setiap piksel atau sel grid memiliki nilai lebar a dan tinggi b (sesuai dengan resolusi spasialnya). Maka dengan memperhatikan nilai-nilai ini, koordinat-koordinat sudut lainnya adalah :

Kiri – atas (x0, y0 + N*b) ; Kanan – bawah (x0 + M*a, y0) ; Kanan – atas (x0 + M*a, y0 + N*b)
Dengan memanfaatkan prinsip hitungan yang sama, maka dapat diketahui bahwa :
  1. Koordinat titik pusat piksel baris ke i dan kolom ke j adalah (x0 + (j-0.5)*a, y0 + (i0.5)*b)
  2.  Batas-batas piksel baris ke i dan kolom ke j adalah (x0 + (j-1)*a < x < x0 + j*a) untuk X dan (y0 + (i-1)*b < y < y0 + i*b) untuk y
Matrik raster memiliki bentuk yang teratur secara geometrik dan telah terurut secara otomatis, oleh sebab itu setiap posisi sel atau posisi pikselnya tidak harus direkam satu persatu. Jika semuanya direkam malah terjadi pemborosan memori yang sebenarnya tidak perlu. Hal inilah yang membedakannya dengan data vektor. Untuk membaca konten file data raster dengan benar, urutan perekaman data tersebut harus diperhatikan.

1. Karakteristik Model Raster
Raster memiliki beberapa karakteristik yang dapat membedakannya satu sama lain. Karakteristik tersebut antara lain :

  • Resolusi
  • Resolusi spasial dapat didefinisikan sebagai dimensi linier minimum dari satuan terkecil geographic space yang dapat direkam. Satuan terkecil ini, pada umumnya berbentuk segiempat dan dikenal sebagai sel-sel grid, elemen matriks, elemen terkecil dari suatu gambar, atau piksel. Resolusi suatu data raster pada dasarnya akan merujuk pada ukuran permukaan bumi yang dapat direpresentasikan oleh setiap pikselnya. Makin kecil area permukaan bumi yang dapat direpresentasikan oleh setiap pikselnya, maka berarti makin tinggi resolusi spasialnya dan data raster yang bersangkutan makin baik. Demikian pula sebaliknya. 


  • Orientasi
  • Orientasi di dalam sistem grid atau raster dibuat untuk merepresentasikan arah utara pada sistem grid. Yang paling sering dilakukan adalah mengimpitkan arah utara grid ini dengan arah utara yang sebenarnya di titik asal sistem koordinat grid yang bersangkutan. Walaupun demikian, karena masalah perubahan atau distorsi, adalah suatu hal yang tidak mungkin untuk mengimpitkan arah utara grid dan arah utara sebenarnya di semua titik yang terdapat di dalam grid tersebut. Dalam kaitan ini, jika suatu grid telah diorientasikan terhadap titik asal dan arah utara sebenarnya, maka sistem penomoran grid dan satuan-satuan ukurannya sudah dapat ditentukan.


  • Zone
  • Setiap zone ‘’layer’’ peta raster merupakan sekumpulan lokasi-lokasi yang memperlihatkan nilai-nilai (bisa diasumsikan Id atau nomor pengenal). Contoh zone yang dimaksud adalah persil-persil tanah milik, batas-batas administrasi, danau atau pulau, jenis tanah dan vegetasi, dll. Walaupun demikian, tidak semua layer peta raster memiliki zone, karena setiap isi sel grid dapat bervariasi secara kontinu di dalam daerah tertentu sehingga setiap sel juga memungkinkan untuk memiliki nilai yang berbeda (unik). 


  • Domain Nilai Pixel
  • Nilai dalam konteks data raster, adalah item informasi (atribut) yang disimpan di dalam sebuah layer untuk setiap pikselnya. Piksel-piksel di dalam zone atau area yang sejenis memiliki nilai (isi piksel atau Id) yang sama. Pada umumnya, nilai sebuah piksel data raster dikuantisasikan ke dalam domain bilangan bulat dengan panjang 8 bit (atau 1 byte). Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan jika data raster memiliki domain bilangan bulat dengan panjang 2 byte atau bahkan domain bilangan real 4,6, 8 byte atau lebih besar lagi. 


  • Koordinat pixel atau lokasi unsur
  • Pada umumnya, lokasi di dalam model raster secara langsung dapat diidentifikasikan dengan menggunakan pasangan koordinat lokalnya; kolom dan baris (x,y). meskipun demikian, posisi-posisi koordinat geografis yang sebenarnya dari beberapa piksel yang terletak di sudut-sudut citra raster juga diketahui melalui proses pengikatan; memerlukan beberapa titik control (GCP – Ground Control Point) 
2. Sampling Raster
    Nilai yang merepresentasikan suatu piksel dapat dihasilkan dengan beberapa cara sampling yang berlainan :

    • Nilai suatu piksel merupakan nilai rata-rata sampling untuk wilayah yang direpresentasikannya. Citra raster hasil penginderaan jauh sering menggunakan sampling tipe ini. Ukuran citra raster akan menjadi N x M piksel.
    • Nilai suatu piksel adalah nilai sampling yang berposisi di pusat (di tengah) piksel yang bersangkutan. Teknik sampling ini sering digunakan untuk data raster model ketinggian dijital (DTM/DEM). Ukuran citra raster akan menjadi N x M piksel.
    • Nilai suatu piksel adalah nilai sample yang terletak disudut-sudt grid-nya. Ukuran citra raster yang dihasilkan berukuran (N + 1) x (M + 1) piksel. 

    3. Layer Raster
    Pada umumnya setiap piksel atau sel grid memiliki nilai tunggal. Nilai piksel-piksel ini kemudian bekerja sama dalam membentuk layer data spasial. Dengan demikian, suatu baris data spasial (S-DBMS) kemungkinan besar mengandung lebih dari satu layer. Setiap layer akan bersifat kongruen terhadap layer yang lain di dalam basis data tersebut. Kongruen adalah memiliki keselarasan dengan batas-batas lokasi yang sama, jumlah yang sama baik pada kolom maupun barisnya, dan sistem koordinatnya sama. Penyimpanan layer pada kebanyakan basis data raster menggunakan arsitektur penyimpanan yang berbeda. Ada yang menggunakan arsitektur di mana semua layer data berikut headernya dimasukkan ke dalam sebuah file besar. Ada juga yang menggunakan arsitektur yang memisahkan antara setiap isi datanya dengan masing-masing header-nya ke dalam beberapa file yang terpisah. Pada bidang penginderaan jauh dan pengolahan citra dijital, kedua arsitektur penyimpanan ini sering digunakan untuk merepresentasikan data yang didapat dari beberapa sensor (band) di dalam satu file sekaligus. Dengan demikian, pada bidang penginderaan jauh dan pengolahan citra dijital ini dikenal istilah :



    Senin, 30 September 2019

    Dasar Sistem Informasi Data Spatial

    Dasar - Dasar Sistem Informasi Data Spatial

    Sebelum belajar GIS, ada beberapa hal dasar yang sebelumnya harus dipelajari terlebih dahulu

    1. Komponen GIS
        - Spatial dan Non Spatial
        - Proyeksi Peta

    2. Pengambilan Data
        - Pengindraan Jauh

    pada kali ini akan dijelaskan tentang apa itu Data spatial dan lain lainnya

    A. Data Spatial

    Data Spatial adalah data yang memiliki Refrensi ruang kebumian, dimana berbagai data atribut terletak dalam berbagai unit spasial. Pada sekarang ini data spasial menjadi media penting untuk perencanaan pembangunan  dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan pada cakupan wilayah coninental, nasional, regional maupun lokal.

    Pemanfaatan Data Spasial semakin meningkan setelah adanya teknologi pemetaan digital dan pemanfaatannya pada Sistem Informasi Geografis (SIG). Format data Spasial dapat berupa Vektor dan Raster.

    B. Data Non - Psatial
    adalah data yang berbentuk tabel, dimana tabel tersebut berisi informasi - informasi yang dimiliki oleh objek dalam data spatial. Data tersebut berbentuk data tabular yang saling terintegrasi dengan data spatial yang ada

    C. Proyeksi Peta
    Proyeksi adalah cara penggambaran garis - garis meridian dan paralel dari globe kedalam bidang datar.

    Penggambaran peta melalui proyeksi
    Proyeksi Peta

    Didalam melakukan proyeksi peta, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
    1. Peta harus equivalen, yaitu peta harus sesuai dengan luas debenarnya dipermukaan bumi setelah dikalikan dengan skala.
    2. Peta harus Equidistan, yaitu peta harus mempunyai jarak - jarak yang sama dengan jarak sebenarnya dipermukaan bumi setelah dikalikan dengan skala.
    3. Peta harus konform, yaitu bentuk - bentuk atau sudut - sudut peta harus dipertahankan sesuai dengan bentuk sebenarnya dipermukaan bumi.
    A. Jenis - Jenis Proyeksi Peta.
    terdapat beberapa jenis - jenis proyeksi yang digunakan untuk menggambar sebuah peta. yaitu Proyeksi azimutal, kerucut dan Silinder.

    1. Proyeksi Azimutal
        Proyeksi zenital ini bidang proyeksinya berupa bidang Datar. Proyeksi zenital ini sesuai digunakan untuk memetakan daerah kutub, namun akan mengalami penyimpangan yang besar jika digunakan untuk menggambarkan daerah yang berada disekitar khatulistiwa.
    Penggambaran peta melalui proyeksi azimutal
    Proyeksi Zenital

    2. Proyeksi kerucut
        Proyeksi kerucut ini bidang proyeksinya berupa kerucut. Proyeksi ini seuai digunakan untuk menggambarkan yang berada pada lintang tengh seperti pada negara - negara eropa.
    Penggambaran peta melalui proyeksi kerucut
    Proyeksi kerucut
    3. Proyeksi Silinder
        Proyeksi Silinder ini dibidang proyeksinya berupa silinder. Proyeksi seperti ini sangat baik untuk memeetakan daerah Khatulistiwa, dan tidak sesuai digunakan untuk memetakan daerah yang berada di sekitar kutub.
    Penggambaran peta melalui proyeksi silinder
    Proyeksi silinder
    D. Geoprocessing
    Adalah salah satu proses pengolahan data spatial, Geoprocessing diberlakukan terhadap satu data spasial dengan dasar batasan pada data spasial lainnya. Peorses ini menghasilkan satu data spasial baru yang merupakan hasil proses geoprocessing tersebut.

    Daftar Pustaka
    1. https://id.wikipedia.org/wiki/Data_spasial
    2. https://sainsmini.blogspot.com/2014/12/pengertian-dan-jenis-jenis-proyeksi-peta.html
    3. http://sippwk2013.blogspot.com/2016/07/pada-prinsipnya-terdapat-dua-jenis-data.html
    4. http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/7._EDI_GIS_Geprocessing_.pdf

    Kamis, 05 September 2019

    Pengenalan tentang Sistem Informasi Data Spatial (SIDS)


    SIDS atau kepanjangan adalah Sistem Informasi Data Spatial
    Data spasial adalah data yang memiliki referensi ruang kebumian (georeference) di mana berbagai data atribut terletak dalam berbagai unit spasial. Sekarang ini data spasial menjadi media penting untuk perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan pada cakupan wilayah continental, nasional, regional maupun lokal. 

    Pemanfaatan data spasial semakin meningkat setelah adanya teknologi pemetaan digital dan pemanfaatannya pada Sistem Informasi Geografis (SIG). Format data spasial dapat berupa vector (polygon, line, points) maupun raster.
    Salah satu syarat SIG adalah data spasial, yang dapat diperoleh dari beberapa sumber antara lain: 

    1. Analog (Peta Analog)


    Peta analog (antara lain peta topografi, peta tanah dan sebagainya) yaitu peta dalam bentuk cetak. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi, kemungkinan besar memiliki referensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin dan sebagainya.
    Dalam tahapan SIG sebagai keperluan sumber data, peta analog dikonversi menjadi peta digital dengan cara format raster diubah menjadi format vektor melalui proses dijitasi sehingga dapat menunjukan koordinat sebenarnya di permukaan bumi. 

    2. Data Penginderaan Jauh


    Data Penginderaan Jauh (antara lain citra satelit, foto-udara dan sebagainya), merupakan sumber data yang terpenting bagi SIG karena ketersediaanya secara berkala dan mencakup area tertentu. Dengan adanya bermacam-macam satelit di ruang angkasa dengan spesifikasinya masing-masing, kita 8 memperoleh berbagai jenis citra satelit untuk beragam tujuan pemakaian. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format raster. 

    3. Data Hasil Pengukuran Lapangan.


    Data pengukuran lapangan yang dihasilkan berdasarkan teknik perhitungan tersendiri, pada umumnya data ini merupakan sumber data atribut contohnya: batas administrasi, batas kepemilikan lahan, batas persil, batas hak pengusahaan hutan dan lain-lain. 

    4. Data GPS (Global Possisioning System)


    Teknologi GPS memberikan terobosan penting dalam menyediakan data bagi SIG. Keakuratan pengukuran GPS semakin tinggi dengan berkembangnya teknologi. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format vektor.

    Pengertian Data Spatial

    Data spasial SIG mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi dan informasi atribut. Data spasial sistem informasi geografis yang berisi informasi lokasi (informasi spasial) contohnya adalah informasi lintang dan bujur, termasuk diantaranya informasi datum dan proyeksi. Contoh lain dari informasi spasial yang bisa digunakan untuk mengidentifikasikan lokasi misalnya adalah Kode Pos. Sedangkan Informasi Atribut (deskriptif) biasa disebut juga dengan informasi non-spasial. Suatu lokalitas bisa mempunyai beberapa atribut atau properti yang berkaitan dengannya; contohnya jenis vegetasi, populasi, pendapatan per tahun, dan lain-lain.

    1. Data Vektor

    Data vektor adalah data yang direpresentasikan sebagai suatu mosaik berupa garis (arc/line), polygon (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik/point (node yang mempunyai label), dan nodes (merupakan titik perpotongan antara dua buah garis). Keuntungan utama dari format data vektor adalah ketepatan dalam merepresentasikan fitur titik, batasan dan garis lurus.
    Kegunaan Data Vektor untuk analisa yang membutuhkan ketepatan posisi, misalnya pada basis data batas-batas kadaster. Contoh penggunaan lainnya adalah untuk mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa fitur. Kelemahan data vektor yang utama adalah ketidakmampuannya dalam mengakomodasi perubahan gradual.

    2. Data Ruster

    Data raster adalah data yang dihasilkan dari penginderaan jauh. Data Raster sering disebut juga dengan sel grid. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element). Pada data raster, resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya. Dengan kata lain, resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra.

    Jadi kesimpulannya Semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan oleh satu sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual, seperti jenis tanah, kelembaban tanah, vegetasi, suhu tanah, dan sebagainya. Kelemahan utama dari data raster adalah besarnya ukuran file; semakin tinggi resolusi grid-nya semakin besar pula ukuran filenya.
    Masing-masing format data mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihan format data yang digunakan sangat tergantung pada tujuan penggunaan, data yang tersedia, volume data yang dihasilkan, ketelitian yang diinginkan, serta kemudahan dalam analisa. Data vektor relatif lebih ekonomis dalam hal ukuran file dan presisi dalam lokasi, tetapi sangat sulit untuk digunakan dalam komputasi matematik. Sebaliknya, data raster biasanya membutuhkan ruang penyimpanan file yang lebih besar dan presisi lokasinya lebih rendah, tetapi lebih mudah digunakan secara matematis.

    Daftar Pustaka
    https://id.wikipedia.org/wiki/Data_spasial
    https://www.geologinesia.com/2016/01/jenis-jenis-data-spasial-sig-sistem.html